Monday, August 14, 2017

KPP Pratama Bantul bersih-bersih Goa Selarong

Menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bantul melakukan kerja bakti bersih-bersih situs sejarah yaitu Goa Selarong. Goa Selarong yang menjadi saksi sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro, merupakan salah satu obyek wisata bersejarah yang berlokasi di Selarong Kembang Putihan Pajangan Bantul. Di Goa Selarong terdapat dua goa utama yaitu Goa Kakung dan Goa Putri. Goa Kakung dahulu ditempati oleh Pangeran Diponegoro, sedangkan Goa Putri ditempati oleh Selir Pangeran Diponegoro yaitu Raden Ayu Ratnaningsih yang sangat setia setelah kedua istri Pangeran Diponegoro meninggal.

Rombongan pegawai KPP Pratama Bantul menggunakan dua bus berangkat dari kantor sekitar pukul 08.30 Wib. Menempuh waktu kurang dari 30 menit, rombongan sudah sampai lokasi.

Setelah berfoto bersama dan pemberian briefing singkat oleh koordinator acara, rombongan segera menempati posisi masing-masing. Tidak lupa menggunakan perlengkapan seperti sarung tangan, sapu, masker, amplas, topi dsb. Ada yang menyapu dan mengumpulkan sampah, ada yang mengamplas pagar tembok, ada yang membersihkan kamar mandi, ada yang mengecat pagar dan tak ketinggalan sie dokumentasi yang sibuk berkeliling mengabadikan momen seru kerja bakti. Semua pegawai melaksanakan tugas bersih-bersih dengan senang hati dan bersinergi. Nampak guyub, rukun dan saling membantu dalam kerja tim yang kompak. Setelah berjibaku dengan bersih-bersih dan mengecat pagar kurang lebih 2.5jam dapat dilihat perubahannya. Hasilnya pagar lebih bagus dengan cat baru dan lokasi Goa Selarong nampak lebih semarak. Patut diapresiasi hasil kerja bakti tim KPP Pratama Bantul. Berbuat terbaik berbakti untuk negeri!




Monday, November 7, 2011

Ngantor Lagii...

Cuti di Luar Tanggungan Negara...singkatnya cdtn sudah berakhir akhir Agustus lalu. Kebetulan sekali saat masuk pertama kantor tepatnya tanggal 5 September 2011 bertepatan hari pertama setelah libur Lebaran. Pagi-pagi udah ada sebarisan pegawai, berdiri membentuk poligon...soalnya gak beraturan bentuknya menyesuaikan ruang lobi lantai 1 Gedung Kanwil Direktorat Jenderal Pajak DIY.
Setelah isi presensi (gak daftar finger print langsung pake kode NIP aja) gabung deh ama barisan yang sudah semakin memanjang. o...saat yang tepat buat bersalam-salaman saling bermaafan sekaligus me-refresh memori tentang teman-teman pegawai yang lama. Banyak yang terkejut melihatku dah aktif lagi di kantor. Sekarang aku harus masuk kerja dulu setiap hari seperti pegawai yang lain.
Namun demikian status pegawaiku belum 100% aktif. Kan SK pengaktifan PNS belum kelar juga. Bahkan sampai hari ini...terhitung dah 8 bulan!
Semoga SK segera turun, hasil pelacakan terakhir posisi masih di Kementrian Keuangan setelah melalui jalur KPP Pratama Sleman terus ke instansi di atasnya sampai BKN (Badan Kepegawaian Negara) lalu kembali ke Kementrian Keuangan. Selanjutnya nunggu SK turun...kayak mendaki ke puncak gunung aja ya, perjalanan surat permohonan pengaktifan PNS-ku.
It's ok, aku nikmati saja semua ini. Semoga semua urusan bertambah lancar dan mudah. Amin.

Sunday, April 10, 2011

Goodbye Malaysia!

Setelah dua setengah tahun bersama sekeluarga merantau di Malaysia, akhirnya tiba saat kembali ke Jogja. Tiket Kuala Lumpur-Solo sudah di tangan sejak menjelang akhir tahun 2010. Maklumlah, kami cari tiket murah AirAsia (tiket promo) yang biasanya harus di booking beberapa bulan sebelumnya. Tercantum pada tiket, tanggal keberangkatan 22 Maret 2011. Inilah waktu yang telah kami pilih untuk menapak kembali ke bumi pertiwi yang kami rindu, dengan berbagai pertimbangan. Antara lain visa kami yang akan berakhir awal April 2011. Padahal awalnya kami berencana pulang Juni 2011, menyesuaikan waktu kenaikan kelas Sayyid dan Asya. Kalau kami lakukan perpanjangan visa yang biayanya cukup besar tapi hanya digunakan dua bulan, tentu jadi pemborosan. Kalau exten setahun di Malaysia tidak bisa juga, karena insya Allah September Ummi masuk kerja. So, tanggal 22 Maret menjadi pilihan terbaik kami.

Menjelang kepulangan kami ke tanah air, benar-benar waktu kami full untuk persiapan kepindahan. Bersyukur ada teman dari Jawa Timur yang melanjutkan sewa rumah kami. Jadi dalam membereskan rumah lebih ringan. Coba kalau seperti teman-teman yang pindahan terus mesti ngosongin rumah. Lha, di Malaysia ini gak kayak di Indonesia yang mudah memberikan barang-barang perabot. Dipan, kasur, rak, meja dll kalau gak ada yang mau kan, malah susah mbuangnya?

Semua keperluan untuk penerbangan ke Solo sudah kami persiapkan hingga menjelang tengah malam, malam terakhir di Malaysia (kecuali suami yang akan balik lagi). Perasaan kami bercampur aduk antara bahagia, terharu dan ...sedih! Tentu saja bahagia kan, mau balik ke tanah air tercinta, kumpul sama ortu, keluarga besar, teman-teman dll. Terus kenapa kok, ada sedihnya, nih? Yah....perpisahan selalu menyisakan rasa kehilangan yang berujung pada kesedihan. Ya, kehilangan sahabat-sahabat, teman-teman yang sudah begitu lekat dalam kehidupan kami di Malaysia. Suka duka telah kami lalui dalam ikatan persaudaraan yang indah.

Pada hari keberangkatan kami pagi itu mendung dan gerimis, seakan merasakan kesedihan akan perpisahan ini. Kami diantar Mas Adhi dan Mbak Lily sekeluarga, dan calon roomate suami menyetir mobil kami, Bang Zulham dari Medan. Di bandara, Sayyid-Adzra-Asya terlihat sendu. Adzra berkeinginan mengantar kami sampai naik eskalator menuju ruang imigresyen. Sebelum check in selesai, mereka ternyata sudah tidak dapat menahan isak tangis lagi. Air mata membanjiri pipi-pipi mereka, sambil terdengar isakan yang cukup keras. Kesedihan mereka sangat dalam. Bagaimana tidak, kami selalu HS bareng secara periodik. Rekreasi bareng di mana sarana wisata juga menjadi ajang HS bagi kami. Belum lagi acara pengajian anak bareng. Silaturahmi bareng, olahraga bareng dll bareng. Tanggal ini merupakan waktu yang kami tunggu, meski harus diiringi kesedihan. Tapi kata Adzra kepada Ummi Lily, waktu ini justru waktu yang paling tidak dia harapkan. Begitulah... Dua keluarga HS akhirnya harus berpisah, Semoga Mbak Lily sekeluarga istiqomah dalam menjalankan HS untuk putra putrinya.

Selama di ruang 'imigresyen', ruang tunggu, bahkan di dalam pesawat, tidak henti Sayyid dan Asya menumpahkan air mata. Ummi pun jadi ikut terharu dan turut meneteskan air mata. Sebenarnya air mata kami mempunyai nilai keindahan. Keindahan persaudaraan, persahabatan. Air mata kami menjadi bukti ikatan hati yang kuat dalam dua keluarga ini. Anak-anak kami senantiasa saling memberikan tanda mata sebagai bentuk kasih sayang dan sebagai kenang-kenangan setelah berpisah. Kenang-kenangan terakhir dari Adzra adalah buku harian dengan cover foto-foto mereka. Mereka berjanji untuk mengisi buku harian masing-masing, dan suatu saat bila ketemu akan saling menunjukkan tulisan apa yang tertuang dalam buku harian itu.

AirAsia membelah angkasa yang pagi hingga siang itu sejak dari Bandara LCCT Sepang sampai Bandara Adisumarmo senantiasa mendung. Semendung hati kami.Tapi harapan kami mendung ini akan segera berganti menjadi cerah, secerah cita-cita kami dalam merajut perjuangan kembali di tanah pertiwi.
Goodbye Malaysia!

Tuesday, February 15, 2011

Bultang Bikin Bugar (B3)

Segeer! Badan terasa bugar setelah olahraga pagi meski cuma setengah jam. Pagi ini Ummi dan Sayyid main bultang alias bulutangkis di depan rumah. Tak lupa melakukan peregangan otot yang cukup agar gerakan gesit kami tidak membuat cedera. Syafiq pun ikut pegang raket sambil jalan-jalan berkeliling. Asya yang baru bangun tidur masih ndomblong alias bengong melihat kami berlawan. Kalau 'shuttlecock' keluar malah Ummi jadi berlarian ke sana ke mari sekalian membakar lemak he..he.

Olahraga sekeluarga yang kami lakukan biasanya ya bultang ini, ditambah renang, main bola, catur(olahraga otak kali ya), jogging, bersepeda. Yang belum terlaksana dari rencana adalah main tenis dan tenis meja. Hmm..olahraga sekeluarga selain menumbuhkan gaya hidup sehat juga mempererat hubungan antar anggota keluarga dan bikin kompak tentunya. Tapi kadang kita mengalami pasang surut juga kayak air pantai he.. he.. Setidaknya kita dah membiasakan olahraga sebagai hobi keluarga yang positif.

Sunday, January 9, 2011

Colmar Tropical, Kota Mini ala Eropa

Colmar Tropical terletak pada bukit yang berlainan dengan Botanical Garden dan Japanese Village, namun masih pada daerah yang sama yaitu Bukit Tinggi Pahang. Bangunan berupa hotel, resto, dll di kawasan ini berciri arsitektur Eropa. So, terpikir juga gimana ceritanya sampai dibangun tempat wisata dengan tema menarik seperti ini?

Lagi-lagi kami di sini cuma lihat-lihat doang. Kami kan bawa makanan dari rumah, agar hemat. Soalnya resto-resto di tempat wisata biasanya mahal, dan lagi nyari makan gak semudah di Indonesia yang banyak pedagang kaki lima. Tapi yang pasti tempat ini menarik, pemandangan sekitar juga indah dan banyak fasilitas juga seperti olahraga menembak, hotel, padang golf, dll. So bagi yang koceknya tebal bisa menikmati fasilitas yang ada. Untuk kami sih, cuci mata aja :-)







Alam Yang Segar di Bukit Tinggi

Bulan Desember Tahun 2010 yl kami sekeluarga bersama teman-teman mengadakan rihlah ke Bukit Tinggi, Pahang. Kami mengendarai lima mobil berkonvoi, janjian di Serdang sekitar pukul 09.00. Keluarga kami berangkat dari Kajang Utama sekitar pukul 08.30 pagi. Dari Serdang menuju Bukit Tinggi melalui Kuala Lumpur kemudian mendekati lokasi kami harus menyusuri jalanan menanjak (namanya juga bukit). Karena kami beberapa kali berhenti maka perjalanan menjadi lebih lama. Sekitar jam 11.30 kami sampai tujuan. Di sana ada dua lokasi tujuan kami yaitu Botanical Garden satu lokasi dengan Japanese Village dan Colmar Tropical. Ini dia foto-foto dari Japanese Village dan Botanical Garden, untuk Colmar Tropical insya Allah dalam posting berikutnya.


Di Japanese Village




Di Botanical Garden





Dua tempat ini berdekatan sekali, berjarak kira-kira 100 M. Kami tidak mengelilingi seluruh area Botanical Garden karena isinya sebagaimana umumnya taman/kebun yang biasa kami kunjungi dan tentunya luasnya jauuh lebih kecil dari Kebun Raya Bogor. Tetapi tetap menyenangkan terutama mengajak anak-anak menikmati indahnya tanaman yang cantik-cantik dan sebagian juga baru pertama kali kami lihat di sini. Ada kolam ikan juga, sebenarnya ada resto jepang juga tapi kayaknya dah tutup tuh. Oya, kami sangat menikmati perjalanan menuju lokasi di mana di kanan kiri tampak hutan hujan tropis yang asri dan indah.

Di Japanese Village tentu bernuansa Jepang, tapi kami cukup melihat-lihat aja coz gak sesuai ama kocek dan suasana kayak berbusana Jepang, spa, dll (tapi gak semua fasilitas yang ditulis di papan info ada). Terlintas dalam pikiran, dulu asal muasal ada Japanese Village di Bukit sini gimana ya? Apakah ada pengusaha asal Jepang yang punya ide dan lihat peluang bisnis di sini? Sebuah pertanyaan yang gak tau jawabnya...

Thursday, December 16, 2010

Pengaruh Televisi Terhadap Anak

Seorang teman bercerita, anak-anaknya mulai mengucapkan kata-kata yang buruk belakangan ini. Selidik punya selidik ternyata gurunya tak lain adalah film-film kartun di televisi. Anaknya padahal anak perempuan yang sifatnya kalem seusia Asya. Bagaimana lagi jika anak yang energik menonton tayangan-tayangan penuh kekerasan semacam naruto atau film-film kartun lucu yang mengajarkan pukul-pukulan. Lain lagi dengan tetangga saya, justru dia membiarkan anak-anaknya menonton televisi sesuai keinginannya dengan alasan kasihan sudah sekolah full, pagi sekolah agama sementara siang sekolah umum. Jadi televisi menjadi hiburan bagi anaknya setelah capek seharian sekolah. Saya selalu ingat sharing seorang Psikolog Mohammad Faudzil Adhim, beliau bilang saya tidak mau punya televisi kalau belum bisa menguasai televisi. Nah, kalau menurut pengertian saya, maksud pernyataan dikuasai TV bisa dicontohkan seperti ini :
-Kalau ibu-ibu waktu masaknya gak mau benturan sama jadwal TV, nyetrika pun sambil matanya tidak lepas dari TV.
-kalau Bapak-bapak punya tontonan favorit, asyik sendiri nontonnya sementara anak dan istri mau ngajak ngobrol disuruh pergi karena mengganggu.
-bila anak-anak asyik nonton TV berjam-jam tiap hari, ada teman-temannya datang pada main bermacam mainan eh..asyik sendiri nonton TV.
Kebalikannya kalau kita bisa menguasai TV artinya kita bisa mengatur tayangan apa yang bermanfaat yang bisa ditonton, kapan waktunya anggota keluarga bisa nonton, berapa lama boleh menonton dan janganlah kita dalam beraktivitas mencocokkan dengan jadwal tv.
Jadi bagaimanakah seharusnya kita memanfaatkan televisi di rumah?

Berbagai kasus tindak kekerasan semakin banyak kita baca atau tonton di media cetak maupun elektronik dewasa ini. Pelakunya bukan hanya orang berusia dewasa, anak-anak pun banyak yang melakukan kekerasan baik kekerasan fisik, seksual maupun psikis. Dari berbagai seminar dan kegiatan parenting saat masih di Jogja, bertambahlah informasi saya bahwa tayangan televisi berperan dalam mempengaruhi perilaku buruk anak-anak. Tampaknya orang tua zaman sekarang harus lebih disiplin dalam memantau aktivitas anak. Masalahnya apakah ini berarti orang tua berperan bak seorang satpam yang tidak lepas dari mengawasi gerak-gerik anak? Wah, kalau yang seperti ini malah berarti membuat anak tidak mandiri dan anak pun merasa tidak dipercaya. Lagi pula mana bisa orang tua mengawasi anak terus-menerus, iya, kan? Disiplin di sini artinya orang tua selalu memantau tontonan anak (sebelumnya dibuat kesepakatan tayangan yang akan ditonton), menjaga ketertiban waktu nonton anak dan bila diperlukan mendampingi anak menonton acara televisi.


Televisi merupakan salah satu sarana efektif dalam penyampaian suatu pesan, misi atau nilai. Contohnya setelah anak menonton iklan susu formula atau snack apalagi yang ditonton berulang-ulang, maka anak mudah tergiur untuk minum susu formula atau makan snack seperti yang diiklankan. Hal ini disebabkan sifat anak yang suka meniru, apalagi kalau yang mengiklankan merupakan tokoh idolanya. Maka apabila tokoh kartun yang rutin ditonton suka memaki bahkan memukul akan mudah ditiru anak yang berakibat mempengaruhi pembentukan karakter anak menjadi tidak baik.

Saat di Yogya dulu anak-anak saya pun menonton naruto. Suatu saat saya pernah ikut menonton di mana saat itu menayangkan adegan pembunuhan. Saya sangat terkejut menyaksikan adegan vulgar yang ditampilkan secara jelas dan sadis. Ada gerakan menyerang dengan pisau atau pedang, ada korban dan darah. Astagfirullah! Saya saat itu segera memberikan penjelasan bahwa adegan tersebut adalah buruk karena menyakiti orang lain, dst. Saya sampaikan juga seharusnya tontonan anak-anak tidak menampilkan tindak kekerasan, justru sebaliknya mengajarkan anak berbuat kebaikan. Akhirnya beberapa waktu kemudian setelah diperkuat berbagai informasi yang saya peroleh tentang muatan negatif film kartun naruto, saya sampaikan kepada anak-anak untuk tidak menonton lagi kartun ini. Kecewa? Pastilah. Tetapi karena sejak mereka bayi biasa diajak komunikasi, maka mereka pun bisa diajak diskusi mengenai masalah ini dan akhirnya menerima penjelasan saya. Tetapi biasanya kalau ada acara yang distop kami bolehkan memilih acara atau film lain sebagai pengganti dengan syarat yang mendidik atau cukup aman (ada diskusi lagi yang kami lakukan untuk memilih tayangan pengganti).

Waktu itu film lain yang menjadi kesukaan Sayyid selain naruto saat usia sekitar 6 tahun adalah Ronaldowati (yang kurang mendidik juga). Film ini bukannya memotivasi anak untuk tekun berlatih dan berusaha sungguh-sungguh untuk mencapai cita-cita, tapi malah mengajarkan anak berpikir instan dapat pertolongan gaib(seide dengan kantong ajaib doraemon) dan suka magic(bantuan dengan kekuatan gaib menyerupai harimau, dll yang tidak syar'i). Beruntungnya masih ada acara mendidik yang dikemas menarik yang disukai Sayyid terlebih lagi Asya, yaitu Si Bolang Bocah Petualang, Laptop Si Unyil dan Jalan Sesama. Kalau kartun yang disukai The Rugrats, Blue's Clues. Tapi karena Sayyid bertambah besar sepertinya bosan sama blue's clues. Kartun yang kami batasi antara lain spongebob, doraemon.

Waktu menonton pun kami batasi. Menurut pakar psikologi anak, waktu menonton televisi bagi anak maksimal 1 jam tiap hari, ada juga yang berpendapat 2 jam. Saat menonton televisi otak si anak jadi pasif, bagi anak yang bakat gemuk juga akan lebih mudah bertambah berat badannya dengan nonton TV. Otak anak-anak 80% berkembang hingga usia 3 tahun, sisanya masih berkembang hingga rentang usia 12-14 tahun. Untuk perkembangan otak yang optimal diperlukan stimulasi atau eksplorasi, sehingga kebanyakan nonton TV akan menghambat perkembangan otak anak. Oleh karenanya nak-anak memerlukan banyak aktivitas yang bersifat stimulatif dan eksploratif, terlebih lagi pada diri mereka tersimpan energi besar. Tinggal orang tuanya yang mengarahkan/memprogramkan dan memfasilitasi kebutuhan anak untuk perkembangan yang optimal. Sebuah tantangan yang besar untuk mendidik putra putri kita demi masa depannya dunia akhirat.

Monday, December 13, 2010

Alhamdulillah, Dapat Juara Lagi!

Bulan Ramadhan yang lalu Sayyid dan Asya mengikuti perlombaan anak-anak Indonesia untuk wilayah Kajang, Bangi dan sekitarnya. Alhamdulillah Sayyid meraih juara 1 untuk hafalan dan juara 1 untuk cerdas cermat. Sementara Asya meraih juara 1 mewarnai dan juara 3 baca puisi. Tahniah, semoga menambah semangat belajar kalian!


Saturday, December 11, 2010

Kegiatan Anak 5 dalam 1

Anak-anak yang sempat merasakan bersekolah di Indonesia kemudian melanjutkan sekolah di Malaysia umumnya merindukan suasana seru bermain dengan teman sebaya (sharing kawan2 dr Kajang, Bangi, Serdang, KL). Pada saat bersekolah di Indonesia biasanya anak-anak punya aneka macam permainan khususnya permainan 'outdoor' seperti betengan, tali karet, dll (susah nyebutin namanya). Kalau tinggal di perumahan yang banyak anak Indonesianya ya, lumayan (seperti di lorong kami) bisa melakukan variasi permainan. Namun kalau tinggal di apartemen, flat atau rumah teres yang minim anak Indonesianya terasa banget sepinya.
Meskipun anak-anak ini berinteraksi juga dengan anak Melayu, India dan Cina tapi mengajak permainan ala Indonesia sulit untuk dilakukan. Masalah komunikasi, adat kebiasaan masing-masing boleh jadi mempersulit keinginan ini. Demikian pula di lingkungan sekolah, permainan tentu ada tapi memang beda dengan model permainan 'outdoor' ala Indonesia. Setidaknya hal tersebut dirasakan oleh anak-anak yang kami kenal di daerah Kajang, Bangi, Serdang, Kuala Lumpur. Oleh karenanya, dalam kegiatan pengajian anak di Kajang Utama kecuali untuk antisipasi jenuh mengaji juga untuk eksplorasi potensi dan memuaskan dahaga permainan seru, senantiasa kami programkan kegiatan yang variatif. Foto-foto berikut merupakan rekaman aktivitas 5 dalam 1 di Bulan Agustus y.l. meliputi :

1. Kegiatan memasak di Pos 1 terdiri dari mengiris tempe, membumbui dan menggoreng tempe.
2. Mencari jejakDari Pos 1 s.d. Pos 3 (memahami tanda/petunjuk).
3. Tugas membuat mahkota dari daun namun dengan perintah yang divariasi dengan teka teki. Sehingga anak belajar menggunakan logika dalam memecahkan teka teki dan memahami perintah. Selain itu anak belajar berkreasi dengan memanfaatkan alam sekitar.
4. Belajar melalui kuis pada Pos 2 disertai nasyid, dll.
5. Menikmati hasil memasak pada Pos 1 yaitu tempe goreng, sebagai lauk pelengkap nasi soto yang sudah kami siapkan. Di sini mereka belajar memetik hikmah bahwa dari usaha sendiri (menggoreng tempe) akan dinikmati buah dari usaha tsb. Di pos terakhir ini selain mengembalikan energi mereka juga merasakan nikmatnya kebersamaan, sehingga mempererat ukhuwah di antara kami semua.

Pada saat mengiris tempe, membumbui dan menggoreng tempe terlihat
antusiasme mereka, padahal mayoritas anak adalah laki-laki. So, janganlah lagi apriori terhadap keinginan anak meskipun laki-laki untuk ikut membantu memasak orang tuanya. Keinginan anak-anak seperti ini pertanda mereka senang bereksplorasi dan mencoba banyak hal. Beri kesempatan kepada mereka agar mereka merasa dihargai dan semakin mengasah kecerdasan serta ketrampilan diri.








Tuesday, November 30, 2010

Syafiq Lucu Deh...






Kakak Adik Sholat Berjamaah




Hati orang tua mana yang gak bahagia, kalo ngeliat anak- anaknya sedang sholat berjamaah seperti ini.



Subhannallah! Meski tidak setiap kali sholat tu berjamaah, tapi sering mereka melakukan sholat berjamaah atas kemauan sendiri. Kami sebagai ortu juga bersyukur mereka senang diajak sholat ke Masjid.

Monday, November 22, 2010

Bila Ibu dan Anak Rebutan Buku

Pernah membaca buku berjudul Kak Seto Punya Mimpi? Buku yang mengupas perjalanan hidup Kak Seto ini sarat dengan pesan tentang kepedulian terhadap dunia anak. Sebenarnya aku sudah beli buku ini beberapa tahun yl. Tapi baru setelah pindah sementara ke Malaysia aku bisa menuntaskan buku ini dengan penuh rasa ingin tau. Ternyata perjalanan hidup Kak Seto memang menarik untuk diikuti. Bahkan ketika aku menceritakan beberapa penggal kisah hidup Kak Seto, mampu menggerakkan rasa penasaran Si Sulung Sayyid untuk ikut membaca juga. Alhasil terjadilah rebutan buku di antara kami saking ingin segera membaca isinya.

Wah, kalau lagi rebutan buku, Ummi pun jadi kayak anak kecil ya, yid? He..he..
Untungnya gak sobek ya...

Salah satu hal yang kudapat dari buku itu terasa istimewa adalah pada Bab.19 : Bagi Para Guru. Kenapa terasa istimewa? Karena uraian mengenai bagaimana tanggung jawab seorang guru, tips kepada para guru, hubungan ortu dan guru, dll, sangat bersesuaian dengan kondisi berikut ini :
1. Kami belum menemukan sekolah yang guru - gurunya sesuai uraian dalam buku Kak Seto ini setelah kepindahan kami.
2. Dengan keputusan Homeschooling berarti aku menjadi guru yang harus mempraktekkan ilmu (mengamalkan ilmu) bagaimana menjadi guru yang baik (masih perlu banyak belajar, nih).

Alhamdulillah, buku yang dah kubeli ini banyak memberikan manfaat untukku dan keluarga. Semoga dapat memberikan motivasi bagi yang membacanya.

Sunday, November 21, 2010

Asya Berpuisi

Bulan Syawal yang lalu kami sekeluarga menghadiri acara halal bi halal yang diselenggarakan oleh Forkommi Malaysia. Anak - anak diberi kesempatan untuk menghibur hadirin melalui karya mereka. Asya berdua dengan Adzra tampil membaca puisi dan pantun.

Sayang fotonya kabur alias kurang jelas...

Awal mula Asya menampakkan bakat membaca puisi adalah saat mendapatkan "kiriman' puisi karya Adzra lalu mencoba membacanya. Gak nyangka Asya yang belum genap 6 tahun menunjukkan kesungguhan dan penghayatan yang baik dalam membaca puisi. Kami beri dukungan baik dalam bentuk moril maupun pengajaran dalam membaca puisi menurut kemampuan kami. Dengan adanya dukungan dan kesempatan tampil dalam kegiatan HS bertambahlah Asya senang dan percaya diri untuk membaca puisi. Alhasil Asya berani tampil di acara halal bi halal ini. Tahniah Sayangku!

Wednesday, October 20, 2010

Kembali Ke KPP Pratama Sleman

Memang belum genap 3 tahun CDTN-ku habis, bahkan masih sisa 10 bulan. Tapi berbagai perencanaan 'back to work' mesti dipersiapkan dan dirancang dengan baik. Sebab urusan masuk kerja lagi kan kaitannya dengan penyesuaian/persiapan diri sekaligus penyesuaian keluarga dengan perubahan ritme Ummi. Syafiq biasanya diasuh Ummi jadi diasuh orang lain seperti 'sekolah bayi' atau nursery yang mulai banyak diadakan di TKIT. Asya masuk kelas 1 SDIT Alam NI tapi transfer dari HS. Sayyid 'back to' kelas lamanya di SDIT Alam, mesti penyesuaian dari HS juga.

Bulan Maret 2010 Ummi mesti buat surat laporan menjelang habisnya CDTN ke Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sleman (KPP Pratama Sleman). Semoga semuanya lancar...Amin.

Tuesday, October 19, 2010

Overstimulasi Pada Anak

Untuk mendukung tumbuh kembang anak diperlukan stimulasi sejak bayi. Stimulasi akan merangsang kecerdasan otak anak dan merangsang pula berbagai potensi dalam diri anak. Namun demikian stimulasi yang melebihi porsinya justru bisa berakibat tidak baik terhadap si anak. Demikian uraian dalam artikel mengenai tumbuh kembang anak pada link kompas online berikut : http://female.kompas.com/read/xml/2010/10/20/11140865/Bahaya.Overstimulasi.pada.Anak-5

Jadi buatlah stimulasi yang sesuai untuk kemampuan anak. Caranya kita harus mengamati respon anak setelah distimulasi, amati secara seksama. Misal anak kita 1,5 tahun kita ajak menyusun ring donat ternyata melempar semua ring dengan menangis jangan diteruskan permainan. Mungkin si anak capek, ngantuk atau lapar. Kalau anak tertarik ikut memasukkan ring pada tiangnya bisa kita teruskan sambil menyebutkan warna-warni ring dst. Contoh lain saat si anak belum kuat berjalan jangan dipaksa dititah (jalan sambil dipegangi dua tangannya), mungkin baru mampu dorong2 kursi dsb. Mari kita jalani kebersamaan dengan buah hati kita dan memberikan stimulasi yang sesuai.

Sunday, October 17, 2010

why homeschooling?

education for children is the most important of parental responsibilities. it's better for parents to get many knowledges or information about children education although parents decide to send their children to public schools. we have to know how to educate them and choose the best school for them. what does it mean? does the best school mean expensive? does it mean popular? maybe i can write down about the criteria of best school in other posting. so the important point is children have to get good education.

since we disappointed with the schools where our children being educated in "Negeri Jiran", we decided to homeschool them. we couldn't find any schools that love and appreciate our children also understand their soul. fortunately my husband and i like children's world and like playing with them. and we always try to build a good communication with them. when we make mistake we appologize so do they. we have many activities together as family program such as reading books, reading alquran,praying, fast, sports, playing, gardening, cooking etc ...doing many things. so homeschooling become more effective than study at school for us in this country.

so homeschooling is the best thing we can do to educate our beloved children. homeschooling means we have to learn about children education more deeply and widely. homeschooling means we have to build fun learning. homeschooling means we are as parents, teachers and friends. it's not easy but not difficult too. just enjoy fun learning at home. learning everywhere about anything. never afraid fail when we're learning something. May Allah bless us.

Monday, September 27, 2010

Syafiq 10,5 Bulan

Bila pada postingan beberapa waktu yl kutulis perkembangan Syafiq hingga usia 6 bulan. Maka tulisan kali ini merupakan catatan perkembangan Syafiq hingga 10,5 bulan.

Pada usia 6 bulan Syafiq sudah bisa duduk sendiri dan merangkak. Pada usia 7 bulan senang berdiri dengan dengan berpegangan. Pada usia ini sering tidak nyaman di 'car seat' saat umminya nyetir mobil. Jadi kalau Ummi 'mobile' jadi gak tenang juga, mungkin karena 'car seat' dah kekecilan atau cuaca yang panas. Meski mobil ber-AC tapi kalau habis diparkir lamaa juga suhu mobil jadi sejuk. alhasil sering nangis pas Ummi nyetir, kadang digendong Sayyid atau kalau perlu berhenti dulu di tepi jalan, mungkin mau mimik ASI dulu. Setelah itu ya bisa ok bisa tidak alias rewel lagi. Kalau dah dekat rumah pilih nyetir sambil mangku (ups..gak safe ya, apalagi Syafiq masih terlalu kecil beda pas mangku Asya dulu usia 2-3th)..nyetir pelan..hati2..doa/zikir.

Pada usia 7 bulan tsb seringkali Syafiq rewel di tempat yang ramai dalam ruangan yang panas atau sempit. Kalau ruangan lapang dan nyaman ia ok. Sekitar usia 8 bulan sudah 'rambatan' alias berdiri pegangan sambil melangkahkan kaki. Kalau turun tempat tidur yanggi kira2 40cm nurunkan tangan dulu, ini bikin kami was- was. Ummi mulai ngajarkan cara turun dari kasur pakai kaki dulu. Alhamdulillah pas usia hampir 10 bulan pengajaran ini dah dipahaminya, sampai2 turun dari tempat yg rendah pakai kaki dulu (Sayyid bilang gaya dia..).

Pada usia ini Syafiq juga mulai menunjukkan keinginannya ikut makan apa yang dimakan orang dewasa. kita bagi makanan juga, alhasil usia 9 bulan dah sering makan nasi. Syafiq mulai senang main ci luk ba. Meski belum terlalu paham, ketika main ci luk ba memberikan respon yang senang. Syafiq berbeda dengan kakak-kakaknya yang banyak ngoceh dan murah senyum dari bayi (terutama Sayyid). Alhamdulillah dengan perhatian dan stimulasi terus menerus Syafiq mulai banyak senyum dan banyak ngoceh. Namun lagi - lagi senyum dan ngoceh saat suasana dan tempat nyaman. Jadi kadang - kadang sebagian teman kami ngira Syafiq pendiam dan jarang senyum, padahal di rumah heboh ketawa, jerit2, lasak (melayu) alias banyak polah. Syafiq mudah cocok segala macam rasa makanan dan minuman. Tapi sayangnya cuma dikit, apalagi kalau lagi pilek atau terasa alergi nggrok-nggroknya.

Umur 10 bulan Syafiq saat ci luk ba, kadang ngucapkan ba! jadi surprise deh. Ditambah lagi sudah bisa tepuk tangan, salaman dan toas. Alhamdulillah

Tuesday, August 10, 2010

Jumpa Yang Tercinta

Alhamdulillah, betapa indahnya berjumpa yang kita rindu dan cinta. Bahagia membuncah menyambut yang tercinta berada di depan mata. Kami menyambutmu penuh asa.

Ramadhan, tamu mulia sudah datang di hadapan. Dengan sukacita dan semangat kami songsong. Engkau memberi banyak kesempatan menuai pahala besar meski hanya dari amal kebajikan sebiji sawi sekali pun. Dalam Ramadhan jiwa kami merasa tenang dan sejuk. Semoga kami raih rahmat, berkah dan maghfirah Allah Yang Maha Tinggi di Ramadhan suci ini.

MARHABAN YAA RAMADHAN!


Monday, August 2, 2010

Nikmat Sehat

Dua bulan menjelang Ramadhan ini kami sekeluarga sakit silih berganti. Hampir sepuluh hari yang lalu aku mulai radang tenggorokan dan flu berat, Ahad kemarin ditambah sakit punggung yang mulai kambuh. Alhamdulillah, hari ini sudah mulai beraktivitas meskipun tetap hati - hati agar tidak sakit lagi. Kejadiannya berawal dari menaruh Syafiq di atas kasur sambil membungkuk. Saat menegakkan punggung tueng..tueng terasa deh gejala punggung mau sakit. Segera aku sarapan lalu minum herbal Omega3 dan spirulina, lalu tidur. Wah, padahal seisi rumah sedang lanjut beres2 menyambut Ramadhan. Malah aku terkapar tak berdaya di atas tempat tidur. Baru deh terasa betapa mahalnya nikmat sehat itu. Ya Allah sungguh nikmat sehat merupakan salah satu nikmatmu yang tak terhingga nilainya. Astaghfirullah, betapa seringnya hamba lalai bersyukur kepada-Mu.

So, aku malah gak bisa bantuin suami dan anak2 yang beberes dg semangat sambut Ramadhan. Syafiq pun dijagain sama kakak2nya. Jazakallah buat suami dan anak2ku tercinta atas kerja keras kalian yang penuh keikhlasan. Petang sakit punggungku mulai berkurang, tengah malam sudah jauh lebih enak. Pagi ini alhamdulillah semakin baik, tapi aku tetap batasi aktivitas di rumah agar kondisiku betul2 pulih.

Mengingat seringnya seisi rumah pada sakit dalam 2 bln ini, kami pun antisipasi dengan persediaan herbal, vitamin dan doa agar diberi kekuatan dan kekhusyukan dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan. Semoga Allah mudahkan...

Friday, July 30, 2010

Bermain Bikin Anak Cerdas

Bermain merupakan sarana efektif dalam mendidik dan menstimulasi anak. Ortu perlu mengenali beragam jenis permainan yang akan menstimulasi berbagai potensi kecerdasan pada anak seperti yang saya kutip dari Kompas on line berikut ini.
Menurut Muhammad Rizal, Psi, ada baiknya stimulasi lewat bermain itu diberikan mengikuti 7 ranah kecerdasan si anak, seperti yang pernah dipaparkan oleh Dr Howard Gardner, psikolog dari Harvard University, yaitu:

Kecerdasan Spasial/Kinestetis

-Membantu pekerjaan rumah atau aktivitas lain semisal menyapu atau mencuci motor
-Bermain sepeda, petak umpet, atau naik turun tangga

Kecerdasan Interpersonal

Libatkan anak lain/tetangga yang sebaya untuk ikut bermain bersama anak Anda. Hal ini untuk mengajarkan Anak belajar berbagi dan menghargai orang lain

Kecerdasan Intrapersonal

-Menggambar, untuk melihat harapan-harapan atau luapan emosi yang saat itu sedang dominan pada dirinya
-Bermain peran, semisal bermain ayah-ibu atau tokoh-tokoh kepahlawanan

Kecerdasan Logis Matematis

-Ajak anak bermain pasel (puzzle) dengan kepingan yang lebih banyak
-Bermain susun balok yang memiliki angka atau huruf

Kecerdasan Musikal

-Perdengarkan lagu anak-anak, ajarkan sampai hafal satu lagu, dan bernyanyilah bersama-sama dengannya.
-Bermain alat musik seperti gitar atau piano mini, untuk meluapkan kecerdasan musikalnya

Kecerdasan Naturalis

-Menanam pohon bersama, menyiram dan memberi pupuk bersama-sama
-Memberi makan pada hewan piaraan seperti memberi makan ikan sambil Anda bercerita mengenai hal-hal tentang ikan

Kecerdasan Linguistik

-Berikan buku yang sudah memiliki teks (jika sudah bisa membaca)
-Jika belum bisa membaca, bacakan cerita dan ajak anak Anda menceritakan pengalamannya tentang apa saja
-Ajak anak menemukan simbol-simbol sepanjang perjalanan ketika bersama Anda

Nah, ayo merancang permainan yang seru untuk anak kita!