Showing posts with label Kegiatan Homeschooling. Show all posts
Showing posts with label Kegiatan Homeschooling. Show all posts
Monday, December 13, 2010
Alhamdulillah, Dapat Juara Lagi!
Bulan Ramadhan yang lalu Sayyid dan Asya mengikuti perlombaan anak-anak Indonesia untuk wilayah Kajang, Bangi dan sekitarnya. Alhamdulillah Sayyid meraih juara 1 untuk hafalan dan juara 1 untuk cerdas cermat. Sementara Asya meraih juara 1 mewarnai dan juara 3 baca puisi. Tahniah, semoga menambah semangat belajar kalian!
Category:
Kegiatan Homeschooling
Saturday, December 11, 2010
Kegiatan Anak 5 dalam 1
Anak-anak yang sempat merasakan bersekolah di Indonesia kemudian melanjutkan sekolah di Malaysia umumnya merindukan suasana seru bermain dengan teman sebaya (sharing kawan2 dr Kajang, Bangi, Serdang, KL). Pada saat bersekolah di Indonesia biasanya anak-anak punya aneka macam permainan khususnya permainan 'outdoor' seperti betengan, tali karet, dll (susah nyebutin namanya). Kalau tinggal di perumahan yang banyak anak Indonesianya ya, lumayan (seperti di lorong kami) bisa melakukan variasi permainan. Namun kalau tinggal di apartemen, flat atau rumah teres yang minim anak Indonesianya terasa banget sepinya.
Meskipun anak-anak ini berinteraksi juga dengan anak Melayu, India dan Cina tapi mengajak permainan ala Indonesia sulit untuk dilakukan. Masalah komunikasi, adat kebiasaan masing-masing boleh jadi mempersulit keinginan ini. Demikian pula di lingkungan sekolah, permainan tentu ada tapi memang beda dengan model permainan 'outdoor' ala Indonesia. Setidaknya hal tersebut dirasakan oleh anak-anak yang kami kenal di daerah Kajang, Bangi, Serdang, Kuala Lumpur. Oleh karenanya, dalam kegiatan pengajian anak di Kajang Utama kecuali untuk antisipasi jenuh mengaji juga untuk eksplorasi potensi dan memuaskan dahaga permainan seru, senantiasa kami programkan kegiatan yang variatif. Foto-foto berikut merupakan rekaman aktivitas 5 dalam 1 di Bulan Agustus y.l. meliputi :
1. Kegiatan memasak di Pos 1 terdiri dari mengiris tempe, membumbui dan menggoreng tempe.
2. Mencari jejakDari Pos 1 s.d. Pos 3 (memahami tanda/petunjuk).
3. Tugas membuat mahkota dari daun namun dengan perintah yang divariasi dengan teka teki. Sehingga anak belajar menggunakan logika dalam memecahkan teka teki dan memahami perintah. Selain itu anak belajar berkreasi dengan memanfaatkan alam sekitar.
4. Belajar melalui kuis pada Pos 2 disertai nasyid, dll.
5. Menikmati hasil memasak pada Pos 1 yaitu tempe goreng, sebagai lauk pelengkap nasi soto yang sudah kami siapkan. Di sini mereka belajar memetik hikmah bahwa dari usaha sendiri (menggoreng tempe) akan dinikmati buah dari usaha tsb. Di pos terakhir ini selain mengembalikan energi mereka juga merasakan nikmatnya kebersamaan, sehingga mempererat ukhuwah di antara kami semua.
Pada saat mengiris tempe, membumbui dan menggoreng tempe terlihat
antusiasme mereka, padahal mayoritas anak adalah laki-laki. So, janganlah lagi apriori terhadap keinginan anak meskipun laki-laki untuk ikut membantu memasak orang tuanya. Keinginan anak-anak seperti ini pertanda mereka senang bereksplorasi dan mencoba banyak hal. Beri kesempatan kepada mereka agar mereka merasa dihargai dan semakin mengasah kecerdasan serta ketrampilan diri.


Category:
Kegiatan Homeschooling
Tuesday, November 30, 2010
Kakak Adik Sholat Berjamaah
Subhannallah! Meski tidak setiap kali sholat tu berjamaah, tapi sering mereka melakukan sholat berjamaah atas kemauan sendiri. Kami sebagai ortu juga bersyukur mereka senang diajak sholat ke Masjid.
Monday, November 22, 2010
Bila Ibu dan Anak Rebutan Buku
Pernah membaca buku berjudul Kak Seto Punya Mimpi? Buku yang mengupas perjalanan hidup Kak Seto ini sarat dengan pesan tentang kepedulian terhadap dunia anak. Sebenarnya aku sudah beli buku ini beberapa tahun yl. Tapi baru setelah pindah sementara ke Malaysia aku bisa menuntaskan buku ini dengan penuh rasa ingin tau. Ternyata perjalanan hidup Kak Seto memang menarik untuk diikuti. Bahkan ketika aku menceritakan beberapa penggal kisah hidup Kak Seto, mampu menggerakkan rasa penasaran Si Sulung Sayyid untuk ikut membaca juga. Alhasil terjadilah rebutan buku di antara kami saking ingin segera membaca isinya.
Wah, kalau lagi rebutan buku, Ummi pun jadi kayak anak kecil ya, yid? He..he..
Untungnya gak sobek ya...
Salah satu hal yang kudapat dari buku itu terasa istimewa adalah pada Bab.19 : Bagi Para Guru. Kenapa terasa istimewa? Karena uraian mengenai bagaimana tanggung jawab seorang guru, tips kepada para guru, hubungan ortu dan guru, dll, sangat bersesuaian dengan kondisi berikut ini :
1. Kami belum menemukan sekolah yang guru - gurunya sesuai uraian dalam buku Kak Seto ini setelah kepindahan kami.
2. Dengan keputusan Homeschooling berarti aku menjadi guru yang harus mempraktekkan ilmu (mengamalkan ilmu) bagaimana menjadi guru yang baik (masih perlu banyak belajar, nih).
Alhamdulillah, buku yang dah kubeli ini banyak memberikan manfaat untukku dan keluarga. Semoga dapat memberikan motivasi bagi yang membacanya.
Category:
Kegiatan Homeschooling
Sunday, November 21, 2010
Asya Berpuisi
Bulan Syawal yang lalu kami sekeluarga menghadiri acara halal bi halal yang diselenggarakan oleh Forkommi Malaysia. Anak - anak diberi kesempatan untuk menghibur hadirin melalui karya mereka. Asya berdua dengan Adzra tampil membaca puisi dan pantun.
Sayang fotonya kabur alias kurang jelas...

Awal mula Asya menampakkan bakat membaca puisi adalah saat mendapatkan "kiriman' puisi karya Adzra lalu mencoba membacanya. Gak nyangka Asya yang belum genap 6 tahun menunjukkan kesungguhan dan penghayatan yang baik dalam membaca puisi. Kami beri dukungan baik dalam bentuk moril maupun pengajaran dalam membaca puisi menurut kemampuan kami. Dengan adanya dukungan dan kesempatan tampil dalam kegiatan HS bertambahlah Asya senang dan percaya diri untuk membaca puisi. Alhasil Asya berani tampil di acara halal bi halal ini. Tahniah Sayangku!
Category:
Kegiatan Homeschooling
Wednesday, July 28, 2010
Market Day : Jualan Hasil Karya Origami
Market Day meski cuma berempat (Sayyid, Asya, Ummi, Syafiq) tetap menyenangkan. Kadang pas anak lain main saat libur atau main karena masuk siang, mereka ikut meramaikan market day. Nah pada saat kami sendiri ya, tetap ok aja asal dirancang secara menarik dan penuh kreativitas.

Permainan jual beli khusus hasil karya origami yang sudah dibuat selama ini. Bahkan Ummi menawari Sayyid memberikan training dan tentu saja dibayar(pake uang - uangan monopoli). Ada juga kami buat videonya saat Sayyid memberikan pelatihan membuat origami. Tapi belum berhasil di-up load melalui postingan ini. Semoga bermanfaat memberikan inspirasi bagi para pembaca atau pendidik.
Category:
Kegiatan Homeschooling
Wednesday, June 30, 2010
Serba Baru
lama gak nge-up date, surprise banget ada yang baru dari blogger : perancangan template yang lebih mudah dan nyaman. langsung deh kucoba. ya ini nih tampilan blog yang baru, sekedar untuk penyegaran biar fresh..
tampilan blog baru seiring tahun ajaran baru, so semangat baru juga dunk. homeschooling jalan terus! Sekarang bobot lebih berat, kan asya masuk kelas 1 tahun ajaran baru 2010/2011. Semester kemarin masih tk jadi dominan main sambil belajar. Karena insya Allah tahun depan masuk SDIT Alam Nurul Islam Yogyakarta kayak kakaknya, jadi perlu sedikit penyesuaian dengan sistem pembelajaran di sana. sayyid sendiri sudah naik ke kelas 4.
idealnya liburan kenaikan kelas cukup panjang, ortu merancang aktivitas satu semester ke depan. sebenarnya sudah menjadi keinginan yang buesar untuk merealisasikannya. Tapi rupanya realitas jauh dari impian. penginnya kita berlibur khusus merancang HS 1 semester (semacam rakerlah). boro - boro deh... duh, gagal nih. lagi - lagi perancangan global and sambil jalan. untungnya konsep hs belajar apa saja, di mana saja dan kapan saja justru membuat belajar terasa mudah dan menyenangkan. karena jadwal fleksibel dan pengembangan ide - ide baik oleh ortu maupun anak sendiri begitu dinamis. potensi dan ide - ide dari anak - anakku ini plus pemahaman jiwa anak inilah yang jauuuh banget dari respon dan perhatian sekolah yang telah kami tinggalkan.
whatever, masa istimewa anak - anak (mumpung umminya cuti) gak boleh dilewatin. bulan september tahun depan insya Allah masuk kerja lagi. so, interaksi dengan anak - anak mesti betul - betul dinikmati.
catatan : bagi homeschooler di mana saja, perancangan kegiatan belajar anak mempunyai peranan yang besar untuk mencapai keberhasilan dalam mendidik anak.
tampilan blog baru seiring tahun ajaran baru, so semangat baru juga dunk. homeschooling jalan terus! Sekarang bobot lebih berat, kan asya masuk kelas 1 tahun ajaran baru 2010/2011. Semester kemarin masih tk jadi dominan main sambil belajar. Karena insya Allah tahun depan masuk SDIT Alam Nurul Islam Yogyakarta kayak kakaknya, jadi perlu sedikit penyesuaian dengan sistem pembelajaran di sana. sayyid sendiri sudah naik ke kelas 4.
idealnya liburan kenaikan kelas cukup panjang, ortu merancang aktivitas satu semester ke depan. sebenarnya sudah menjadi keinginan yang buesar untuk merealisasikannya. Tapi rupanya realitas jauh dari impian. penginnya kita berlibur khusus merancang HS 1 semester (semacam rakerlah). boro - boro deh... duh, gagal nih. lagi - lagi perancangan global and sambil jalan. untungnya konsep hs belajar apa saja, di mana saja dan kapan saja justru membuat belajar terasa mudah dan menyenangkan. karena jadwal fleksibel dan pengembangan ide - ide baik oleh ortu maupun anak sendiri begitu dinamis. potensi dan ide - ide dari anak - anakku ini plus pemahaman jiwa anak inilah yang jauuuh banget dari respon dan perhatian sekolah yang telah kami tinggalkan.
whatever, masa istimewa anak - anak (mumpung umminya cuti) gak boleh dilewatin. bulan september tahun depan insya Allah masuk kerja lagi. so, interaksi dengan anak - anak mesti betul - betul dinikmati.
catatan : bagi homeschooler di mana saja, perancangan kegiatan belajar anak mempunyai peranan yang besar untuk mencapai keberhasilan dalam mendidik anak.
Category:
Kegiatan Homeschooling
Friday, March 26, 2010
Bermain basket
Kemarin kami beli bola basket mini plus keranjangnya di Tesco Kajang. Hari ini aku dan anak - anak sudah memainkan 'game' memasukkan bola ke keranjang. Seru deh, karena semua berlomba untuk mendapatkan poin terbanyak. Seringkali kami berebutan bola sambil tertawa - tawa. Asya senang sekali sampai - sampai suka menjatuhkan diri saking ketawanya terpingkal - pingkal.
Sebenarnya dah lama pengin beli alat permainan ini, tapi ukuran bola dan keranjang yang cocok baru kali ini kami temukan. Wah, cocok sekali untuk aktivitas kami. Coba tebak apa kata Sayyid?
"Ternyata menyenangkan main basket, aku baru tau nih", kira - kira seperti itu ucapan Sayyid.
Padahal justru Ummi yang paling cocok. Buktinya Ummi rela lari ke sana ke mari nangkepin bola lalu masukkin ke keranjang sampai keringatan, sekalian olahraga tuh. Itung - itung usaha ngurusin badan he he. Coba kalo Abi dah pulang kantor terus gabung, wah jadi saingan deh. Siapa takut?
Sebenarnya dah lama pengin beli alat permainan ini, tapi ukuran bola dan keranjang yang cocok baru kali ini kami temukan. Wah, cocok sekali untuk aktivitas kami. Coba tebak apa kata Sayyid?
"Ternyata menyenangkan main basket, aku baru tau nih", kira - kira seperti itu ucapan Sayyid.
Padahal justru Ummi yang paling cocok. Buktinya Ummi rela lari ke sana ke mari nangkepin bola lalu masukkin ke keranjang sampai keringatan, sekalian olahraga tuh. Itung - itung usaha ngurusin badan he he. Coba kalo Abi dah pulang kantor terus gabung, wah jadi saingan deh. Siapa takut?
Category:
Kegiatan Homeschooling
Wednesday, March 24, 2010
Berburu Harta Karun
Sejak jaman dulu ide berburu harta karun selalu menarik untuk dijadikan tema suatu cerita. Pun dalam salah satu kegiatan HS bersama komunitas HS pada bulan Pebruari lalu (disebut komunitas HS juga meskipun cuma 2 keluarga he..he). Adalah tantangan bagi homeschooler untuk membuat aktivitas yang tidak membosankan bagi anak - anak. Jadi kubuatkan tugas untuk Sayyid, Adzra dan Asya untuk mencari harta karun. Wow, mereka exciting banget!
Sebelum The Kids memulai perburuan ini, kusampaikan terlebih dahulu apa yang menjadi tugas mereka. Lalu kuberikan peta harta karun dan kutekankan beberapa hal penting antara lain :
-perhatikan peta secara cermat, lihat arah utara pada peta (area aktivitas di dalam rumah).
-setelah memahami posisi dari pos A maka mulailah bergerak.
-baca baik - baik petunjuk yang diperoleh dari tiap pos.
-dari tiap pos akan diperoleh informasi melalui peta lokasi pos berikutnya.
-kasus yang ada tiap pos sudah dikelompokkan berdasarkan warna dan tiap anak sudah ada ketentuan warnanya masing - masing.
Awalnya Sayyid terburu - buru membaca peta, sehingga keliru menentukan posisi pos A. Maka segera kuingatkan untuk mencermati peta sekali lagi. Akhirnya mereka bisa memahami posisi tiap pos dan dengan semangat segera menyerbu pos A. Ternyata ada soal - soal yang harus diselesaikan oleh The Kids. Soal - soal disimpan dalam kertas yang dilipat dengan diberi tanda warna sesuai petunjuk di awal perburuan. Rupanya yang dimaksud kasus adalah soal - soal matematika untuk pos A. Apabila ada kesulitan boleh orang tua bantu (agar anak menyukai matematika). Setelah tugas pos A selesai, dilanjutkan ke pos B.
Masing - masing pos kecuali sudah ditunjukkan letaknya pada peta, juga diberi tanda tertentu yang mencolok. Kenapa justru tanda harus mencolok..kan gampang ketemu? Karena perburuan harta karun ini baru pertama kali jadi jangan dibuat sulit dulu. Kalau mereka bisa melalui segala kesulitan dengan rasa penasaran, tentu bisa dinaikkan lagi tingkat kesulitan permainan pada waktu berikutnya.
The Kids mengalami kesulitan juga, tetapi dengan sedikit bantuan orang tua mereka bisa menyelesaikan kasus - kasus pada tiap pos. Oya, untuk pos terakhir langsung deh, ada harta karunnya di situ tanpa harus mengerjakan soal - soal. Lucunya Asya malah mendekatiku sambil membawa tas berisi harta karun.
Asya bilang, "Mi, kok ada kayak gini di tas ini." Ha..ha..ketawa deh, kami..ya itu memang harta karunnya.
Snack dan minuman kemasan sebagai harta karun siap dinikmati oleh anak - anak. Wah, setelah selesai perburuan Sayyid langsung minta lagi, "Buat lagi dong Mi permainan berburu harta karun."
Hmm seru juga ya!
Sebelum The Kids memulai perburuan ini, kusampaikan terlebih dahulu apa yang menjadi tugas mereka. Lalu kuberikan peta harta karun dan kutekankan beberapa hal penting antara lain :
-perhatikan peta secara cermat, lihat arah utara pada peta (area aktivitas di dalam rumah).
-setelah memahami posisi dari pos A maka mulailah bergerak.
-baca baik - baik petunjuk yang diperoleh dari tiap pos.
-dari tiap pos akan diperoleh informasi melalui peta lokasi pos berikutnya.
-kasus yang ada tiap pos sudah dikelompokkan berdasarkan warna dan tiap anak sudah ada ketentuan warnanya masing - masing.
Awalnya Sayyid terburu - buru membaca peta, sehingga keliru menentukan posisi pos A. Maka segera kuingatkan untuk mencermati peta sekali lagi. Akhirnya mereka bisa memahami posisi tiap pos dan dengan semangat segera menyerbu pos A. Ternyata ada soal - soal yang harus diselesaikan oleh The Kids. Soal - soal disimpan dalam kertas yang dilipat dengan diberi tanda warna sesuai petunjuk di awal perburuan. Rupanya yang dimaksud kasus adalah soal - soal matematika untuk pos A. Apabila ada kesulitan boleh orang tua bantu (agar anak menyukai matematika). Setelah tugas pos A selesai, dilanjutkan ke pos B.
Masing - masing pos kecuali sudah ditunjukkan letaknya pada peta, juga diberi tanda tertentu yang mencolok. Kenapa justru tanda harus mencolok..kan gampang ketemu? Karena perburuan harta karun ini baru pertama kali jadi jangan dibuat sulit dulu. Kalau mereka bisa melalui segala kesulitan dengan rasa penasaran, tentu bisa dinaikkan lagi tingkat kesulitan permainan pada waktu berikutnya.
The Kids mengalami kesulitan juga, tetapi dengan sedikit bantuan orang tua mereka bisa menyelesaikan kasus - kasus pada tiap pos. Oya, untuk pos terakhir langsung deh, ada harta karunnya di situ tanpa harus mengerjakan soal - soal. Lucunya Asya malah mendekatiku sambil membawa tas berisi harta karun.
Asya bilang, "Mi, kok ada kayak gini di tas ini." Ha..ha..ketawa deh, kami..ya itu memang harta karunnya.
Snack dan minuman kemasan sebagai harta karun siap dinikmati oleh anak - anak. Wah, setelah selesai perburuan Sayyid langsung minta lagi, "Buat lagi dong Mi permainan berburu harta karun."
Hmm seru juga ya!
Category:
Kegiatan Homeschooling
Wednesday, March 17, 2010
Sharing HS : Jadwal Yang Fleksibel
Waktu mudik kemarin aku berkesempatan berkenalan dengan Mbak Retno, seorang psikolog sekaligus praktisi HS. Perkenalan yang bermula dari adanya titipan sobatku Dini Rahmajanti. Untuk menyampaikan titipan tersebut kami mengadakan janji ketemu di Taman Pintar (Tampin) Jogja. 'Ndilalah' kok HP ketinggalan di mobil yang sudah melaju distir suami menuju UMY. Lha, gimana nanti kami bisa saling mengenali padahal belum sempat bertukar info ciri2 masing2.
Alhamdulillah ada jalan. Kebetulan aku janjian minimal dengan 3 orang di Tampin. Waktu celingak - celinguk pandangan bertumbukan dengan Mbak Prapti dari Takaful. "Plis dong tolongin aku, Mbak!", pikirku. Segera kuutarakan permasalahanku setelah saling sapa. Syukur Mbak Prapti bantuin aku minjemin HP. Kontak suami tapi gak diangkat, paling masih nyetir. Akhirnya gak seberapa lama suami menghubungi. Aku minta tolong suami untuk sms atau telepon Mbak retno untuk mengatakan ciri2ku al: nggendong bayi dengan gendongan warna biru. He2...emang kuperhatikan sekeliling gak ada yang punya ciri2 itu. Alhamdulillah gak seberapa kami saling menemukan, entah kenapa sebelumnya aku sempat melihat mbak retno sedang telepon, terlintas dalam pikiranku inikah orangnya? Saat Mbak Retno nyari2 aku setelah dapat info ciri2ku, lalu jarak kami dekat kucoba tanya apakah dirinya Mbak Retno. Ternyata betul. Senangnya akhirnya ketemu juga.
Mulailah kami berkenalan dan saling cerita bertiga dengan Mbak Prapti. Sayang percakapan kami terbatas waktunya, semoga lain kali bisa ketemu lagi. Mbak Retno sepertinya cenderung pada HS yang tidak diatur oleh jadwal. Aku sendiri menggunakan jadwal yang sebagian mencontoh SDIT Alam Nurul Islam dan kuvariasikan sendiri sesuai potensi Sayyid (jadwal Asya tinggal menyesuaikan). Hal ini aku dan suami pilih dengan pertimbangan nantinya Sayyid akan kembali bersekolah di SDIT Alam Nurul Islam, begitu pula Asya akan kami daftarkan ke sana.
Jadwal ini sifatnya fleksibel tidak mengekang. Memang suatu waktu aku terapkan disiplin sesuai jadwal, namun kalau saat itu anak2 lagi gak mau nuruti jadwal ya gak perlu dipaksa. Biasanya aku ajak bernegosiasi untuk menentukan aktivitas hari itu. Namun kadang aku berbuat salah juga dengan memaksa anak2 ikut jadwal. Suatu saat aku tersadar sesuai ilmu yang selama ini aku terima, tidak baik juga pemaksaan belajar untuk perkembangan otaknya dan tidak efektif pula penyerapan ilmunya. Namanya sebagai ortu mesti belajar terus - menerus, aku dan suami kadang gak bisa memenuhi juga konsep pendidikan anak yang positif. Misalnya anak maunya pagi 'art and life skill' padahal di jadwal tertera waktunya pukul 14.00 - 15.00. Kalo anak2 lagi semangat membuat prakarya biasanya aku bolehkan tukar jadwal. Tapi kadang aku maksa sesuai jadwal kalo anak2 malas2an. Padahal gak tepat juga cara seperti itu, seharusnya aku membuat situasi kondusif untuk belajar dengan berbagai aktivitas menarik atau keluar dari jadwal lalu menawarkan alternatif kegiatan lainnya. Tapi kerepotan pekerjaan rt sekaligus mengurus si kecil seringkali menyebabkan aku tidak sempat memberikan variasi2 kegiatan sebagai prolog sebelum jadwal mereka. Oya, jadwal aku buat punya tema yang berlainan tiap minggu. Hal ini sangat bermanfaat dalam melakukan aktivitas belajar yang saling terkait antar pelajaran. Penerapannya tidak saklek harus semua pelajaran ada bahasan tema tersebut, tetapi bisa saja hanya sebagian pelajaran saja yang bertema sama. Hal ini sangat bermanfaat terutama dalam mendidik anak dengan sistem Islam terpadu. Karena ajaran Islam tidak mendikotomikan antara ayat Alqur'an dengan ilmu alam. Misal saat kita berbicara tentang planet, maka sekaligus kita sampaikan dalil - dalil Alqur'an tentang planet. Dalam melaksanakan agenda ini memang tidak mudah. Aku menyadari masih banyak kekuranganku dalam mengajar, terutama belum bisa secara konsisten sistem terpadu ini aku laksanakan. Memang usaha mesti ditingkatkan.
Pada hari ini aku putuskan pula untuk keluar jadwal. Memang Sayyid kurang sehat, tapi dia juga bosan kalo tiduran doang. So, anak2 kubebaskan beraktivitas. Sayyid banyak membaca, Asya memilih didikte dengan menulis di blognya, juga mengerjakan worksheet. Mereka juga beraktivitas di luar rumah seperti main bulutangkis, main sepeda, bermain dengan teman2. Malam harinya mereka pengin membuat bubur sum-sum. Jadilah kami bertiga bekerja sama membuat bubur sum-sum. Setelah Asya makan buburnya terus tidur lelap deh. Sayyid yang kurang fit minta kakinya dibekam kering dulu (nglanjutin tadi siang). Alhamdulillah mereka bisa istirahat setelah beraktivitas seharian.
Alhamdulillah ada jalan. Kebetulan aku janjian minimal dengan 3 orang di Tampin. Waktu celingak - celinguk pandangan bertumbukan dengan Mbak Prapti dari Takaful. "Plis dong tolongin aku, Mbak!", pikirku. Segera kuutarakan permasalahanku setelah saling sapa. Syukur Mbak Prapti bantuin aku minjemin HP. Kontak suami tapi gak diangkat, paling masih nyetir. Akhirnya gak seberapa lama suami menghubungi. Aku minta tolong suami untuk sms atau telepon Mbak retno untuk mengatakan ciri2ku al: nggendong bayi dengan gendongan warna biru. He2...emang kuperhatikan sekeliling gak ada yang punya ciri2 itu. Alhamdulillah gak seberapa kami saling menemukan, entah kenapa sebelumnya aku sempat melihat mbak retno sedang telepon, terlintas dalam pikiranku inikah orangnya? Saat Mbak Retno nyari2 aku setelah dapat info ciri2ku, lalu jarak kami dekat kucoba tanya apakah dirinya Mbak Retno. Ternyata betul. Senangnya akhirnya ketemu juga.
Mulailah kami berkenalan dan saling cerita bertiga dengan Mbak Prapti. Sayang percakapan kami terbatas waktunya, semoga lain kali bisa ketemu lagi. Mbak Retno sepertinya cenderung pada HS yang tidak diatur oleh jadwal. Aku sendiri menggunakan jadwal yang sebagian mencontoh SDIT Alam Nurul Islam dan kuvariasikan sendiri sesuai potensi Sayyid (jadwal Asya tinggal menyesuaikan). Hal ini aku dan suami pilih dengan pertimbangan nantinya Sayyid akan kembali bersekolah di SDIT Alam Nurul Islam, begitu pula Asya akan kami daftarkan ke sana.
Jadwal ini sifatnya fleksibel tidak mengekang. Memang suatu waktu aku terapkan disiplin sesuai jadwal, namun kalau saat itu anak2 lagi gak mau nuruti jadwal ya gak perlu dipaksa. Biasanya aku ajak bernegosiasi untuk menentukan aktivitas hari itu. Namun kadang aku berbuat salah juga dengan memaksa anak2 ikut jadwal. Suatu saat aku tersadar sesuai ilmu yang selama ini aku terima, tidak baik juga pemaksaan belajar untuk perkembangan otaknya dan tidak efektif pula penyerapan ilmunya. Namanya sebagai ortu mesti belajar terus - menerus, aku dan suami kadang gak bisa memenuhi juga konsep pendidikan anak yang positif. Misalnya anak maunya pagi 'art and life skill' padahal di jadwal tertera waktunya pukul 14.00 - 15.00. Kalo anak2 lagi semangat membuat prakarya biasanya aku bolehkan tukar jadwal. Tapi kadang aku maksa sesuai jadwal kalo anak2 malas2an. Padahal gak tepat juga cara seperti itu, seharusnya aku membuat situasi kondusif untuk belajar dengan berbagai aktivitas menarik atau keluar dari jadwal lalu menawarkan alternatif kegiatan lainnya. Tapi kerepotan pekerjaan rt sekaligus mengurus si kecil seringkali menyebabkan aku tidak sempat memberikan variasi2 kegiatan sebagai prolog sebelum jadwal mereka. Oya, jadwal aku buat punya tema yang berlainan tiap minggu. Hal ini sangat bermanfaat dalam melakukan aktivitas belajar yang saling terkait antar pelajaran. Penerapannya tidak saklek harus semua pelajaran ada bahasan tema tersebut, tetapi bisa saja hanya sebagian pelajaran saja yang bertema sama. Hal ini sangat bermanfaat terutama dalam mendidik anak dengan sistem Islam terpadu. Karena ajaran Islam tidak mendikotomikan antara ayat Alqur'an dengan ilmu alam. Misal saat kita berbicara tentang planet, maka sekaligus kita sampaikan dalil - dalil Alqur'an tentang planet. Dalam melaksanakan agenda ini memang tidak mudah. Aku menyadari masih banyak kekuranganku dalam mengajar, terutama belum bisa secara konsisten sistem terpadu ini aku laksanakan. Memang usaha mesti ditingkatkan.
Pada hari ini aku putuskan pula untuk keluar jadwal. Memang Sayyid kurang sehat, tapi dia juga bosan kalo tiduran doang. So, anak2 kubebaskan beraktivitas. Sayyid banyak membaca, Asya memilih didikte dengan menulis di blognya, juga mengerjakan worksheet. Mereka juga beraktivitas di luar rumah seperti main bulutangkis, main sepeda, bermain dengan teman2. Malam harinya mereka pengin membuat bubur sum-sum. Jadilah kami bertiga bekerja sama membuat bubur sum-sum. Setelah Asya makan buburnya terus tidur lelap deh. Sayyid yang kurang fit minta kakinya dibekam kering dulu (nglanjutin tadi siang). Alhamdulillah mereka bisa istirahat setelah beraktivitas seharian.
Category:
Kegiatan Homeschooling
Thursday, February 4, 2010
Mengawali Homeschooling
Setelah Sayyid dapat rapor kenaikan kelas dari kelas 2 ke kelas 3, kami mulai melakukan HS(Homeschooling). Namun fokus HS di Bulan Nopember dan Desember tahun kemarin adalah untuk persiapan tes semester 1 kelas 3. Jadi program belajar belum tersusun secara mendetil seperti yang kami inginkan. Buku - buku pelajaran sekaligus LKS (Lembar Kerja Siswa) sudah dibawakan teman dari Jogja. Di akhir tahun akahirnya Sayyid dapat berkesempatan menjalani tes semester 1. Tetapi sampai sekarang belum selesai rapornya.
Kerepotan yang harus kujalani setelah kelahiran Syafiq, menyebabkab HS tahun yang lalu belum optimal. Namun tetap syukur alhamdulillah Sayyid sudah cukup mandiri dalam belajar jadi tidak harus selalu ditungguin. Asya lah yang masih suka merengek minta ditungguin, maklum masih 5 tahun. Tetapi selalu kuberi pengertian bagaimana repotnya mengurus bayi baru lahir. Asya bisa cukup lama ditinggal kalau diberi Worksheet yang disukainya misalnya mencocokkan angka dan gambar, mencocokkan kata dan gambar, mewarnai atau membaca. Mereka juga kami belikan mainan edukatif yang bisa menjadi kegiatan selingan. Untuk membuat anak - anak enjoy HS kami harus membuat program yang variatif, ini merupakan salah satu tantangan bagi kami.
Alhamdulillah di pertengahan Bulan Desember teman se-lab suami membawa keluarganya yang melaksanakan HS juga. Sayyid dan Asya cocok sekali bermain dengan Adzra dan Zafran anak mereka. Kebetulan aku juga cocok ngobrol sama Mbak Lily (ibunya Adzra). Kami juga sama - sama direpotkan dengan mengasuh bayi (anak Mbak Lily 9 bln). So, meski Keluargaku dan keluarga Mbak Lily domisilinya berbeda (kami di Kajang Utama sementara mereka tinggal di Bangi) kami cukup sering beraktivitas bersama. Kegiatan belajar bersama ini sangat bermanfaat dalam memberikan variasi suasana belajar bagi anak - anak dan dapat meluaskan wawasan, sharing serta menguatkan motivasi melakukan HS.
Kegiatan bersama yang sudah pernah kami lakukan antara lain : membuat es krim, renang bersama, rekreasi bersama, kunjungan ke perpustakaan, meronce, bulutangkis, bersepeda, dll. Yang terakhir kemarin adalah "Mencari Harta Karun". Ok, gambaran bagaimana aktivitas bersama tersebut akan kutulis dalam postingan yang berbeda.
Kerepotan yang harus kujalani setelah kelahiran Syafiq, menyebabkab HS tahun yang lalu belum optimal. Namun tetap syukur alhamdulillah Sayyid sudah cukup mandiri dalam belajar jadi tidak harus selalu ditungguin. Asya lah yang masih suka merengek minta ditungguin, maklum masih 5 tahun. Tetapi selalu kuberi pengertian bagaimana repotnya mengurus bayi baru lahir. Asya bisa cukup lama ditinggal kalau diberi Worksheet yang disukainya misalnya mencocokkan angka dan gambar, mencocokkan kata dan gambar, mewarnai atau membaca. Mereka juga kami belikan mainan edukatif yang bisa menjadi kegiatan selingan. Untuk membuat anak - anak enjoy HS kami harus membuat program yang variatif, ini merupakan salah satu tantangan bagi kami.
Alhamdulillah di pertengahan Bulan Desember teman se-lab suami membawa keluarganya yang melaksanakan HS juga. Sayyid dan Asya cocok sekali bermain dengan Adzra dan Zafran anak mereka. Kebetulan aku juga cocok ngobrol sama Mbak Lily (ibunya Adzra). Kami juga sama - sama direpotkan dengan mengasuh bayi (anak Mbak Lily 9 bln). So, meski Keluargaku dan keluarga Mbak Lily domisilinya berbeda (kami di Kajang Utama sementara mereka tinggal di Bangi) kami cukup sering beraktivitas bersama. Kegiatan belajar bersama ini sangat bermanfaat dalam memberikan variasi suasana belajar bagi anak - anak dan dapat meluaskan wawasan, sharing serta menguatkan motivasi melakukan HS.
Kegiatan bersama yang sudah pernah kami lakukan antara lain : membuat es krim, renang bersama, rekreasi bersama, kunjungan ke perpustakaan, meronce, bulutangkis, bersepeda, dll. Yang terakhir kemarin adalah "Mencari Harta Karun". Ok, gambaran bagaimana aktivitas bersama tersebut akan kutulis dalam postingan yang berbeda.
Category:
Kegiatan Homeschooling
Subscribe to:
Posts (Atom)







